Showing posts with label Saint Geosentris. Show all posts
Showing posts with label Saint Geosentris. Show all posts

Thursday, April 26, 2018

BUMI BULAT MENGITARI MATAHARI


BUMI BULAT MENGINTARI MATAHARI

.

Oleh Von Edison Alouisci

.

Tulisan saya Ini adalah didasarkan pada analisa Al quran dan Kenyataan yang ada di zaman sekarang.Tentu saja hal ini akan menuai kontra bagi ulama dan sebagian orang yg meyakini mataharilah yg mengelilingi bumi.

.

Walaupun demikian apa yg saya sampaikan ini juga sudut pandang ilmu pengetahun yg tentu perlu di pertimbangkan orang orang yg berfikir.

.

Bukanlah maksud menggurui melainkan penjelasan terhadap apa yg saya pahami.

.

Silahkan saja jika ada yg mau marah dengan tulisan saya.tetapi sebelum marah silahkan dulu berfikir baik baik sebab manusia ini di karunia akal untuk mencerna pengetahuan dgn cara yg benar.

.

Jujur saja saya 100 %  percaya bumi bulat dan percaya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari,bukan sebaliknya.

.

kalaupun ada yg tdk setuju dgn klaim saya maka harus buktikan dgn pengujian yg jelas secara nyata.bukan sekedar teori.

.

Menurut Perhitungan-perhitungan astronomis Para ahli menjelaskan bahwa matahari  berdiameter 1.392.000 km, dan besarnya 1.303.600 kali Bumi.itu artinya matahari sangat besar ketimbang bumi.

.

Bagaimana mungkin Matahari yang besarnya demikian mengedari planet kerdil semacam  bumi ini ? 

.

Andai dikatakan Matahari mengelilingi bukti (tanpa perhitungan Ukuran ) Maka  terbayangkan betapa cepatnya, jika Matahari yang berjarak cukup jauh itu, mengelilingi Bumi hanya dalam waktu 24 jam Sedangkan dengan kecepatan 29,79 km perdetik, Bumi mengedari Matahari menghabiskan waktu satu tahun lamanya.

.

Jadi, jika benar Matahari mengelilingi Bumi dalam waktu sehari-semalam, dia harus memiliki kecepatan orbit 365 x 29,79 kilometer perdetiknya ! Itu tdk masuk akal !

.

MENGAPA ? 

.

Karna pergantian siang dan malam akan cepat sekali kurang dari 24 jam !! 

.

Jika sudah begini  jelas tdk masuk akal matahari mengelilingi bumi.

.

Andaikan ada yg mengatakan (kaum bumi datar)  bahwa matahari itu kecil dan berputar di bumi yg datar maka makin tdk masuk akal  sebab pergantian siang malam beberapa negara tdk akan sesuai kenyataan.

.

Kita bisa uji ini dengan menghubungi beberapa negara yg di tempat itu malam atau siang.

.

Dan jika kita melihat dgn petunjuk peta bumi datar maka akan  ada negara yg saat itu malam justru di peta bumi datar malahan siang.

.

ITU SANGAT JANGGAL !  

.

Siapapun bisa uji ini tanpa perlu pakar astronomi ! 

.

Negara negara yg bisa di pastikan malam dan ketika kontak ke negara itu menjawab memang malam hanya terbukti jika bumi bulat ! 

.

INI SANGAT REALITIS KETIMBANG JIKA BUMI DATAR DAN MATAHARI MENGELILINGI BUMI.

.

Ingat bahwa Musim diberbagai wilayah hanya terjadi Jika Bumi yg kita saksikan dengan mata kepala kita ini disebabkan karena bumi itu  mengelilingi Matahari dengan falaq yang sedikit ellips, terjauh 152.100.000 km dan terdekat 147.100.000 km, dan bergulir dengan poros yang miring (231/2 derajat) pada arah yang tegak.Dan inipun di sebabkan karena bumi bulat.Jika tidak demikian maka hukum Alam prubahan musim akan sulit di temukan jika bumi datar.

.

Bukti yang paling cepat terlacak bahwa Bumi mengedari Matahari selama 24 jam, bisa kita rasakan tatkala Anda menyaksikan langit lewat telescope. Gerakan benda langit yang kita lihat dari sisi eyepiece ke sisi eyepiece lainnya, sama saja tatkala kita melihat Bulan, planet atau bintang-bintang; ialah gerakan yang disebabkan oleh rotasi Bumi. Kita bisa melihat dengan nyata pergeseran bintang bintang dari titik awal ketika kira mulai mengamati hingga beberapa jam kemudian. Kita bisa melihat kompas perubahan itu. 

.

Bintang tdk berubah jarak dgn bintang lain tetapi lihatlah semuanya bergeser satu arah dari titik arah awal kita amati beberapa jam kemudian.Itu membuktikan bahwa bumi kita berputar pada porosnya. 

.

Tidak perlu Ahli astronomoni untuk buktikan ini.bahkan jika bulan terang kita akan melihat nyata seolah bulan berpindah. DAN INGAT bahwa semua bintangpun berpindah padahal sebenarnya tdk.tetapi bumi kitalah yg berputar.!

.

APAKAH ANDA MAU PUNGKIRI MATA DAN PIKIRAN ANDA SENDIRI ?

.

Sebagian orang  ada yang berdalil dengan Al Quran tentang tidak adanya rotasi bumi adalah firman Allah tentang berjalannya matahari dan bulan :

.

﴿ﻭَﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﺗَﺠْﺮِﻱ ﻟِﻤُﺴْﺘَﻘَﺮٍّ ﻟَّﻬَﺎ ﺫَﻟِﻚَ ﺗَﻘْﺪِﻳﺮُ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰِ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢِ ‏( 38 ‏) ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮَ ﻗَﺪَّﺭْﻧَﺎﻩُ ﻣَﻨَﺎﺯِﻝَ ﺣَﺘَّﻰ ﻋَﺎﺩَ ﻛَﺎﻟْﻌُﺮْﺟُﻮﻥِ ﺍﻟْﻘَﺪِﻳﻢِ ‏( 39 ‏) ﻻ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻳَﻨﺒَﻐِﻲ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﻥ ﺗُﺪْﺭِﻙَ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮَ ﻭَﻻ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞُ ﺳَﺎﺑِﻖُ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﻛُﻞٌّ ﻓِﻲ ﻓَﻠَﻚٍ ﻳَﺴْﺒَﺤُﻮﻥَ﴾

.

“dan matahari berjalan di tempat perederannya. Demikianlah ketetapan Allah Yang Maha PerkasaLagiMaha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya” Q.S. yasin : 38-40.

.

Dan ayat-ayat ini tidak menafikan rotasi bumi. Dan di dalamnya hanya ada penetapan berjalannya matahari dan bulan.sama sekali tdk ada sangkut pautnya dgn soal bumi adalah diam.

.

Tidak ada dalam perkataan para imam dari para salaf yang menafikan rotasi bumi jika bukti ilmiah memang membuktikan akan hal itu.

.

Ada yang berdalil dengan penjelasan Qurthubi Rahimahullah dalam tafsir firman Allah Ta’ala :

.

﴿ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻣَﺪَّ ﺍﻷَﺭْﺽَ ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺭَﻭَﺍﺳِﻲَ ﻭَﺃَﻧْﻬَﺎﺭًﺍ﴾

.

“Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya” Q.S. Ar Ra’d : 3.

.

Dimana dikatakan : (Dan yang menjadi pendapat kaum muslimin dan ahli kitab, pendapat yang menyatakan diamnya bumi dan tetapnya serta hamparannya. Dan seseungguhnya gerakannya biasanya adalah berbentuk gempa yang menimpanya) Tafsir al-Qurthubi (9/280).

.

Walaupun beliau mengatakan penukilan ijma’ tetapi ini adalah ijma’ yang tidak shahih karena tidak ada sandaran nash.

Qurthubi menukil ijma’ berdasarkan pengetahuan manusia yang sampai kepadanya di masanya.

.

Dan yang semacam ini tidak bisa dikatakan sebagai ijma’. Karena ijma’ harus bersandar pada dalil Al Quran dan Sunah atau kenyataan.

.

 Ijma’ yang dinukil Qurthubi Rahimahullah berasal dari ijtihad dan persangkaan, bukan berdasarkan ilmu dan keyakinan.

.

Dan yang menjadi acuan utama orang yang berpendapat bahwa bumi tidak berputar ADALAH terhadap beberapa ayat dan hadis yang menunjukkan bahwa bumi tetap. 

.

PADAHAL,TETAP DISINI BUMI TDK BERGESER DR GARIS EDARNYA BUKAN DIAM.

.

Soal Allah Ta’ala tentang sifat bumi  dalam firmanNya :

.

﴿ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻷَﺭْﺽَ ﻗَﺮَﺍﺭًﺍ﴾

.

“Allahlah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap” Q.S. Ghafir :64.

.

Dan ini  bukan menjadi dalil tidak berotasinya bumi. Karena maksud dari ayat ini adalah penyebutan karunia untuk makhlukNya dengan diberikan kekuatan untuk hidup di atas bumi tanpa kesulitan dan goyangan. 

.

Allah jadikan pasak di bumi yang mencengkramnya agar tidak guncang bersama orang yang tinggal di atasnya. 

.

Sebagaimana difirmankan Allah Ta'ala :

.

: ﴿ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﺭَﻭَﺍﺳِﻲَ ﺃَﻥ ﺗَﻤِﻴﺪَ ﺑِﻬِﻢْ﴾

.

“Dan Kami menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka” Q.S. Al Anbiya : 31

Sekali lagi ayat ini tidak menafikan gerakan dan rotasinya.

.

Ayat diatas menjelaskan agar bumi tenang sehingga manusia nyaman tinggal diatasnya. Gunung gunung di tancapkan agar bumi tdk keluar dari garis edarnya.

.

MENGAPA DEMIKIAN ? 

.

Ini di jelaskan Oleh Allah 

Dalam surat Fafir :

.

{ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﻤْﺴِﻚُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷﺭْﺽَ ﺃَﻥْ ﺗَﺰُﻭﻻ ﻭَﻟَﺌِﻦْ ﺯَﺍﻟَﺘَﺎ ﺇِﻥْ ﺃَﻣْﺴَﻜَﻬُﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪٍ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻩِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﺣَﻠِﻴﻤًﺎ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ }

.

Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Fathir: 41)

.

Ayat di atas adalah bukti mengapa Allah menancapkan gunung gunung sebagai penahan dan tdk menafikan rotasi bumi yg bergerak tenang pada rotasinya.

.


Lihat lagi Firman Allah : 

.

 ﻭَﺗَﺮَﻯ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝَ ﺗَﺤْﺴَﺒُﻬَﺎ ﺟَﺎﻣِﺪَﺓً ﻭَﻫِﻲَ ﺗَﻤُﺮُّ ﻣَﺮَّ ﺍﻟﺴَّﺤَﺎﺏِ ﺻُﻨْﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺗْﻘَﻦَ ﻛُﻞَّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺇِﻧَّﻪُ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ

.

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS: An Naml [27]:88)

.

 Pada ayat An Naml 88 di atas menggunakan kata “tamurru”. Kata berarti lewat ( ijtâza), bergerak, pergi ( dzahaba).

.

Ini menunjukan bahwa  bumi  berputar pada porosnya sebab gunung ada di permukaan bumi namun ia berpungsi sebagai pasak agar tidak berguncang atau tidak keluar dari garis edarnya ketika berputar sinkron dalam 24 jam sehari semalam. tentu saja inipun secara tdk langsung membuktikan bumi itu bulat bukan datar.

.

mengapa ? 

.

Seandainya bumi datar, maka mesti hanya ada satu tempat terbit dan satu tempat terbenam. Realita harus terbukti

.

BUMI DATAR PASTI BYK TEMPAT MATAHARI TERBIT JIKA MENGELILINGI BUMI

ITU TDK MASUK AKAL BAHKAN MENYALAHI KETETAPAN ALLAH.

.

Terbit dan tenggelamnya matahari secara sempurna hanya terjadi jika bumi bulat dan sesuai dgn negara negara yg mengalaminya

.

Ketika matahari berada di timur bumi, ia akan menyinari sisi bagian timur saja, dan membuat gelap sisi bumi bagian barat, karena terhalang mendapatkan cahaya.

.

Bumi datar tidak bisa buktikan ini secara nyata bahkan menyimpang dari ketentuan Allah atas pristiwa siang dan malam.

.

Jika sudah begini siapa sesungguhnya yg tdk beriman atas ketentuan Allah ? 

.

Contoh lain yg perlu di perhatikan tentang Kondisi cahaya bulan.Sekiranya matahari yang mengelilingi bumi maka tentu saja bentuk-bentuk manzilah dari cahaya bulan akan mengalami perubahan bentuk selama siklus 24 jam.

.

Sementara yang kita saksikan adalah manzilah bulan itu berubah bentuknya hanya 1 kali dalam 24 jam.

.

Jadi Tidak mungkin matahari mengelilingi bumi bahkan tdk masuk akal.

.

Jadi dari kacamata ilmiah saja nyata jika bumi itu bulat dan ia mengitari matahari sama sekali tdk bertentangan dgn dalil dalil quran.

.

Ayat yang menunjukkan bumi bulat sendiri salah satunya pada surat al-Zumar 5:

.

”Dia menggulungkan malam atas siang dan menggulungkan siang atas malam”. (QS: Az-Zumar: 5)

.

Istilah bergulung tidak sempurna dilakukan kecuali oleh benda yang bulat.Kitapun kesulitan menentukan prubahan musim.waktu 24 jam sehari semalam jika bumi diam tdk bergerak.

.

JADI ANTARA BUMI BULAT DAN BERPUTAR PADA POROSNYA DI SAMPING BEROTASI DIGARIS EDARNYA MENGELILINGI MATAHARI HARUSLAH SINKRON.

.

Jika seandainya bumi datar, matahari mengelilingi bumi  dan diam pula maka gejala hukum alam,siang malam,waktu,musim, gerhana sangat sulit di cerna akal sebab perhitunganya akan saling bertentangan.

.

BISA DI CERNA ?

.

Saya menguji dgn sebuah eksperiment sederhana untuk buktikan bahwa bumi bergerak dan tidak diam.

.

Didalam mobil,saya masukan kupu kupu kecil dalam ruangan.saya melihat kupu kupu terbang kedepan ke belakang,kiri kanan sebagaimana ia bebas di alam terbuka.

.

Dan ketika mobil berjalan,bergerak.bahkan cukup cepat,Kupu kupu itu terbang kesana kemari seolah sama saja dengan ketika mobil tdk berjalan.bahkan dr kaca depan ke belakang ia terbang normal seolah mobil diam.padahal bergerak 60 km/jam.

.

Saya ibaratkan mobil itu adalah bumi dan kupu kupu adalah kita.kita sama sekali tdk merasakan bumi bergerak padahal bumi berotasi dan berputar pada porosnya 

.

Sama halnya kita dalam pesawat udara saat terbang normal. kita tdk merasa jika sesungguhnya pesawat itu terbang dgn kecepatan tinggi namun kita nyaman saja di dalamnya sambil ngopi.siapapun bisa buktikan hal ini.

.

Nah begitulah keadaan bumi.kita tdk sadari jika bumi bergerak.tahu tahu matahari kembali terbit kembali seperti semula. 

.

inilah yg dirasakan seolah bumi diam padahal ia sedang bergerak tdk berhenti di garis edarnya dan berputar pada porosnya.

.

Jadi sungguh benar jika Allah berfirman :

.

ﻭَﺗَﺮَﻯ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝَ ﺗَﺤْﺴَﺒُﻬَﺎ ﺟَﺎﻣِﺪَﺓً ﻭَﻫِﻲَ ﺗَﻤُﺮُّ ﻣَﺮَّ ﺍﻟﺴَّﺤَﺎﺏِ ﺻُﻨْﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺗْﻘَﻦَ ﻛُﻞَّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺇِﻧَّﻪُ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ

.

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS: An Naml [27]:88)

.

Secara ilmiyah bumi berputar mengelilingi matahari sekali setiap 365,25 hari dengan kecepatan perputarannya mencapai sekitar 67.000 mil/jam dan itu didalam orbit setengah diameternya yang sekitar 93.000.000 mil, dan dengan ini bumi tetap tegak diatas porosnya dan tidak melemparkan kita dari permukaannya.

.

Kita tidak merasakan hal ini namun kita tdk bisa pungkiri pula bahwa pergerakannya dimana waktu 365.25 hari dalam satu kali gerakan selalu tepat,priodik setiap tahun.dan ini tdk akan di dapat dengan teori bumi datar dan diam dimana matahari di katakan mengelilingi bumi.

.

APAKAH ANDA  MAU MENOLAK WAKTU SETAHUN 365 HARI ?

.

Jika kaum bumi datar menolak perhitungan bumi bulat maka haruslah membuat waktu seminggu,sebulan,setahun dgn hitungan berbeda.  

.

misalnya seminggu  15 hari atau mungkin sehari 36 jam atau lebih.tentu dgn konsekwensi seluruh penunjuk JAM harus juga di rubah oleh tukang jam.

.

MASUK AKAL ? 

.

Kita manusia adalah makhluk yg sempurna,di karunia akal untuk melihat,membaca,mencerna segala sesuatu yg terjadi.

.

Ilmu ini Open Ending.Oleh sebab itu saint dan tehnologi muncul di sebabkan keingin tahuan manusia untuk memahami kekuasaan Allah.

.

pada dasarnya Al Quran adalah pedoman bagi perkembangan akhlak,agama dan kemajuan akal manusia dlm mencermati tanda tanda kekuasaan Allah.

.

saint dan tehnologi adalah kecerdasan akal untuk menyikapi pertanyaan Allah yg pada akhirnya hambaNya harus mengakui kekuasaanNYA.

.

Jadi jika ada sebagian orang justru sebaliknya kehilangan nalar dan akal,maka sesungguhnya ia belum memahami kekuasaan Allah bahkan tanpa sadar seolah menentang Allah.

.

Pada akhirnya saya mau katakan bahwa Firman firman Allah itu sungguh benar ketika di uji dengan kecerdasan akal dan sesuai realita yg ada.Intaha.

.

By.Von Edison Alouisci

Ditulis tanggal 25.4.2018

.

WA +6281273311201

BUMI BULAT MENGITARI MATAHARI


BUMI BULAT MENGINTARI MATAHARI

.

Oleh Von Edison Alouisci

.

Tulisan saya Ini adalah didasarkan pada analisa Al quran dan Kenyataan yang ada di zaman sekarang.Tentu saja hal ini akan menuai kontra bagi ulama dan sebagian orang yg meyakini mataharilah yg mengelilingi bumi.

.

Walaupun demikian apa yg saya sampaikan ini juga sudut pandang ilmu pengetahun yg tentu perlu di pertimbangkan orang orang yg berfikir.

.

Bukanlah maksud menggurui melainkan penjelasan terhadap apa yg saya pahami.

.

Silahkan saja jika ada yg mau marah dengan tulisan saya.tetapi sebelum marah silahkan dulu berfikir baik baik sebab manusia ini di karunia akal untuk mencerna pengetahuan dgn cara yg benar.

.

Jujur saja saya 100 %  percaya bumi bulat dan percaya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari,bukan sebaliknya.

.

kalaupun ada yg tdk setuju dgn klaim saya maka harus buktikan dgn pengujian yg jelas secara nyata.bukan sekedar teori.

.

Menurut Perhitungan-perhitungan astronomis Para ahli menjelaskan bahwa matahari  berdiameter 1.392.000 km, dan besarnya 1.303.600 kali Bumi.itu artinya matahari sangat besar ketimbang bumi.

.

Bagaimana mungkin Matahari yang besarnya demikian mengedari planet kerdil semacam  bumi ini ? 

.

Andai dikatakan Matahari mengelilingi bukti (tanpa perhitungan Ukuran ) Maka  terbayangkan betapa cepatnya, jika Matahari yang berjarak cukup jauh itu, mengelilingi Bumi hanya dalam waktu 24 jam Sedangkan dengan kecepatan 29,79 km perdetik, Bumi mengedari Matahari menghabiskan waktu satu tahun lamanya.

.

Jadi, jika benar Matahari mengelilingi Bumi dalam waktu sehari-semalam, dia harus memiliki kecepatan orbit 365 x 29,79 kilometer perdetiknya ! Itu tdk masuk akal !

.

MENGAPA ? 

.

Karna pergantian siang dan malam akan cepat sekali kurang dari 24 jam !! 

.

Jika sudah begini  jelas tdk masuk akal matahari mengelilingi bumi.

.

Andaikan ada yg mengatakan (kaum bumi datar)  bahwa matahari itu kecil dan berputar di bumi yg datar maka makin tdk masuk akal  sebab pergantian siang malam beberapa negara tdk akan sesuai kenyataan.

.

Kita bisa uji ini dengan menghubungi beberapa negara yg di tempat itu malam atau siang.

.

Dan jika kita melihat dgn petunjuk peta bumi datar maka akan  ada negara yg saat itu malam justru di peta bumi datar malahan siang.

.

ITU SANGAT JANGGAL !  

.

Siapapun bisa uji ini tanpa perlu pakar astronomi ! 

.

Negara negara yg bisa di pastikan malam dan ketika kontak ke negara itu menjawab memang malam hanya terbukti jika bumi bulat ! 

.

INI SANGAT REALITIS KETIMBANG JIKA BUMI DATAR DAN MATAHARI MENGELILINGI BUMI.

.

Ingat bahwa Musim diberbagai wilayah hanya terjadi Jika Bumi yg kita saksikan dengan mata kepala kita ini disebabkan karena bumi itu  mengelilingi Matahari dengan falaq yang sedikit ellips, terjauh 152.100.000 km dan terdekat 147.100.000 km, dan bergulir dengan poros yang miring (231/2 derajat) pada arah yang tegak.Dan inipun di sebabkan karena bumi bulat.Jika tidak demikian maka hukum Alam prubahan musim akan sulit di temukan jika bumi datar.

.

Bukti yang paling cepat terlacak bahwa Bumi mengedari Matahari selama 24 jam, bisa kita rasakan tatkala Anda menyaksikan langit lewat telescope. Gerakan benda langit yang kita lihat dari sisi eyepiece ke sisi eyepiece lainnya, sama saja tatkala kita melihat Bulan, planet atau bintang-bintang; ialah gerakan yang disebabkan oleh rotasi Bumi. Kita bisa melihat dengan nyata pergeseran bintang bintang dari titik awal ketika kira mulai mengamati hingga beberapa jam kemudian. Kita bisa melihat kompas perubahan itu. 

.

Bintang tdk berubah jarak dgn bintang lain tetapi lihatlah semuanya bergeser satu arah dari titik arah awal kita amati beberapa jam kemudian.Itu membuktikan bahwa bumi kita berputar pada porosnya. 

.

Tidak perlu Ahli astronomoni untuk buktikan ini.bahkan jika bulan terang kita akan melihat nyata seolah bulan berpindah. DAN INGAT bahwa semua bintangpun berpindah padahal sebenarnya tdk.tetapi bumi kitalah yg berputar.!

.

APAKAH ANDA MAU PUNGKIRI MATA DAN PIKIRAN ANDA SENDIRI ?

.

Sebagian orang  ada yang berdalil dengan Al Quran tentang tidak adanya rotasi bumi adalah firman Allah tentang berjalannya matahari dan bulan :

.

﴿ﻭَﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﺗَﺠْﺮِﻱ ﻟِﻤُﺴْﺘَﻘَﺮٍّ ﻟَّﻬَﺎ ﺫَﻟِﻚَ ﺗَﻘْﺪِﻳﺮُ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰِ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢِ ‏( 38 ‏) ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮَ ﻗَﺪَّﺭْﻧَﺎﻩُ ﻣَﻨَﺎﺯِﻝَ ﺣَﺘَّﻰ ﻋَﺎﺩَ ﻛَﺎﻟْﻌُﺮْﺟُﻮﻥِ ﺍﻟْﻘَﺪِﻳﻢِ ‏( 39 ‏) ﻻ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻳَﻨﺒَﻐِﻲ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﻥ ﺗُﺪْﺭِﻙَ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮَ ﻭَﻻ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞُ ﺳَﺎﺑِﻖُ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﻛُﻞٌّ ﻓِﻲ ﻓَﻠَﻚٍ ﻳَﺴْﺒَﺤُﻮﻥَ﴾

.

“dan matahari berjalan di tempat perederannya. Demikianlah ketetapan Allah Yang Maha PerkasaLagiMaha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya” Q.S. yasin : 38-40.

.

Dan ayat-ayat ini tidak menafikan rotasi bumi. Dan di dalamnya hanya ada penetapan berjalannya matahari dan bulan.sama sekali tdk ada sangkut pautnya dgn soal bumi adalah diam.

.

Tidak ada dalam perkataan para imam dari para salaf yang menafikan rotasi bumi jika bukti ilmiah memang membuktikan akan hal itu.

.

Ada yang berdalil dengan penjelasan Qurthubi Rahimahullah dalam tafsir firman Allah Ta’ala :

.

﴿ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻣَﺪَّ ﺍﻷَﺭْﺽَ ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺭَﻭَﺍﺳِﻲَ ﻭَﺃَﻧْﻬَﺎﺭًﺍ﴾

.

“Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya” Q.S. Ar Ra’d : 3.

.

Dimana dikatakan : (Dan yang menjadi pendapat kaum muslimin dan ahli kitab, pendapat yang menyatakan diamnya bumi dan tetapnya serta hamparannya. Dan seseungguhnya gerakannya biasanya adalah berbentuk gempa yang menimpanya) Tafsir al-Qurthubi (9/280).

.

Walaupun beliau mengatakan penukilan ijma’ tetapi ini adalah ijma’ yang tidak shahih karena tidak ada sandaran nash.

Qurthubi menukil ijma’ berdasarkan pengetahuan manusia yang sampai kepadanya di masanya.

.

Dan yang semacam ini tidak bisa dikatakan sebagai ijma’. Karena ijma’ harus bersandar pada dalil Al Quran dan Sunah atau kenyataan.

.

 Ijma’ yang dinukil Qurthubi Rahimahullah berasal dari ijtihad dan persangkaan, bukan berdasarkan ilmu dan keyakinan.

.

Dan yang menjadi acuan utama orang yang berpendapat bahwa bumi tidak berputar ADALAH terhadap beberapa ayat dan hadis yang menunjukkan bahwa bumi tetap. 

.

PADAHAL,TETAP DISINI BUMI TDK BERGESER DR GARIS EDARNYA BUKAN DIAM.

.

Soal Allah Ta’ala tentang sifat bumi  dalam firmanNya :

.

﴿ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻷَﺭْﺽَ ﻗَﺮَﺍﺭًﺍ﴾

.

“Allahlah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap” Q.S. Ghafir :64.

.

Dan ini  bukan menjadi dalil tidak berotasinya bumi. Karena maksud dari ayat ini adalah penyebutan karunia untuk makhlukNya dengan diberikan kekuatan untuk hidup di atas bumi tanpa kesulitan dan goyangan. 

.

Allah jadikan pasak di bumi yang mencengkramnya agar tidak guncang bersama orang yang tinggal di atasnya. 

.

Sebagaimana difirmankan Allah Ta'ala :

.

: ﴿ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﺭَﻭَﺍﺳِﻲَ ﺃَﻥ ﺗَﻤِﻴﺪَ ﺑِﻬِﻢْ﴾

.

“Dan Kami menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka” Q.S. Al Anbiya : 31

Sekali lagi ayat ini tidak menafikan gerakan dan rotasinya.

.

Ayat diatas menjelaskan agar bumi tenang sehingga manusia nyaman tinggal diatasnya. Gunung gunung di tancapkan agar bumi tdk keluar dari garis edarnya.

.

MENGAPA DEMIKIAN ? 

.

Ini di jelaskan Oleh Allah 

Dalam surat Fafir :

.

{ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﻤْﺴِﻚُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷﺭْﺽَ ﺃَﻥْ ﺗَﺰُﻭﻻ ﻭَﻟَﺌِﻦْ ﺯَﺍﻟَﺘَﺎ ﺇِﻥْ ﺃَﻣْﺴَﻜَﻬُﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪٍ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻩِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﺣَﻠِﻴﻤًﺎ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ }

.

Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Fathir: 41)

.

Ayat di atas adalah bukti mengapa Allah menancapkan gunung gunung sebagai penahan dan tdk menafikan rotasi bumi yg bergerak tenang pada rotasinya.

.


Lihat lagi Firman Allah : 

.

 ﻭَﺗَﺮَﻯ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝَ ﺗَﺤْﺴَﺒُﻬَﺎ ﺟَﺎﻣِﺪَﺓً ﻭَﻫِﻲَ ﺗَﻤُﺮُّ ﻣَﺮَّ ﺍﻟﺴَّﺤَﺎﺏِ ﺻُﻨْﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺗْﻘَﻦَ ﻛُﻞَّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺇِﻧَّﻪُ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ

.

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS: An Naml [27]:88)

.

 Pada ayat An Naml 88 di atas menggunakan kata “tamurru”. Kata berarti lewat ( ijtâza), bergerak, pergi ( dzahaba).

.

Ini menunjukan bahwa  bumi  berputar pada porosnya sebab gunung ada di permukaan bumi namun ia berpungsi sebagai pasak agar tidak berguncang atau tidak keluar dari garis edarnya ketika berputar sinkron dalam 24 jam sehari semalam. tentu saja inipun secara tdk langsung membuktikan bumi itu bulat bukan datar.

.

mengapa ? 

.

Seandainya bumi datar, maka mesti hanya ada satu tempat terbit dan satu tempat terbenam. Realita harus terbukti

.

BUMI DATAR PASTI BYK TEMPAT MATAHARI TERBIT JIKA MENGELILINGI BUMI

ITU TDK MASUK AKAL BAHKAN MENYALAHI KETETAPAN ALLAH.

.

Terbit dan tenggelamnya matahari secara sempurna hanya terjadi jika bumi bulat dan sesuai dgn negara negara yg mengalaminya

.

Ketika matahari berada di timur bumi, ia akan menyinari sisi bagian timur saja, dan membuat gelap sisi bumi bagian barat, karena terhalang mendapatkan cahaya.

.

Bumi datar tidak bisa buktikan ini secara nyata bahkan menyimpang dari ketentuan Allah atas pristiwa siang dan malam.

.

Jika sudah begini siapa sesungguhnya yg tdk beriman atas ketentuan Allah ? 

.

Contoh lain yg perlu di perhatikan tentang Kondisi cahaya bulan.Sekiranya matahari yang mengelilingi bumi maka tentu saja bentuk-bentuk manzilah dari cahaya bulan akan mengalami perubahan bentuk selama siklus 24 jam.

.

Sementara yang kita saksikan adalah manzilah bulan itu berubah bentuknya hanya 1 kali dalam 24 jam.

.

Jadi Tidak mungkin matahari mengelilingi bumi bahkan tdk masuk akal.

.

Jadi dari kacamata ilmiah saja nyata jika bumi itu bulat dan ia mengitari matahari sama sekali tdk bertentangan dgn dalil dalil quran.

.

Ayat yang menunjukkan bumi bulat sendiri salah satunya pada surat al-Zumar 5:

.

”Dia menggulungkan malam atas siang dan menggulungkan siang atas malam”. (QS: Az-Zumar: 5)

.

Istilah bergulung tidak sempurna dilakukan kecuali oleh benda yang bulat.Kitapun kesulitan menentukan prubahan musim.waktu 24 jam sehari semalam jika bumi diam tdk bergerak.

.

JADI ANTARA BUMI BULAT DAN BERPUTAR PADA POROSNYA DI SAMPING BEROTASI DIGARIS EDARNYA MENGELILINGI MATAHARI HARUSLAH SINKRON.

.

Jika seandainya bumi datar, matahari mengelilingi bumi  dan diam pula maka gejala hukum alam,siang malam,waktu,musim, gerhana sangat sulit di cerna akal sebab perhitunganya akan saling bertentangan.

.

BISA DI CERNA ?

.

Saya menguji dgn sebuah eksperiment sederhana untuk buktikan bahwa bumi bergerak dan tidak diam.

.

Didalam mobil,saya masukan kupu kupu kecil dalam ruangan.saya melihat kupu kupu terbang kedepan ke belakang,kiri kanan sebagaimana ia bebas di alam terbuka.

.

Dan ketika mobil berjalan,bergerak.bahkan cukup cepat,Kupu kupu itu terbang kesana kemari seolah sama saja dengan ketika mobil tdk berjalan.bahkan dr kaca depan ke belakang ia terbang normal seolah mobil diam.padahal bergerak 60 km/jam.

.

Saya ibaratkan mobil itu adalah bumi dan kupu kupu adalah kita.kita sama sekali tdk merasakan bumi bergerak padahal bumi berotasi dan berputar pada porosnya 

.

Sama halnya kita dalam pesawat udara saat terbang normal. kita tdk merasa jika sesungguhnya pesawat itu terbang dgn kecepatan tinggi namun kita nyaman saja di dalamnya sambil ngopi.siapapun bisa buktikan hal ini.

.

Nah begitulah keadaan bumi.kita tdk sadari jika bumi bergerak.tahu tahu matahari kembali terbit kembali seperti semula. 

.

inilah yg dirasakan seolah bumi diam padahal ia sedang bergerak tdk berhenti di garis edarnya dan berputar pada porosnya.

.

Jadi sungguh benar jika Allah berfirman :

.

ﻭَﺗَﺮَﻯ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝَ ﺗَﺤْﺴَﺒُﻬَﺎ ﺟَﺎﻣِﺪَﺓً ﻭَﻫِﻲَ ﺗَﻤُﺮُّ ﻣَﺮَّ ﺍﻟﺴَّﺤَﺎﺏِ ﺻُﻨْﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺗْﻘَﻦَ ﻛُﻞَّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺇِﻧَّﻪُ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ

.

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS: An Naml [27]:88)

.

Secara ilmiyah bumi berputar mengelilingi matahari sekali setiap 365,25 hari dengan kecepatan perputarannya mencapai sekitar 67.000 mil/jam dan itu didalam orbit setengah diameternya yang sekitar 93.000.000 mil, dan dengan ini bumi tetap tegak diatas porosnya dan tidak melemparkan kita dari permukaannya.

.

Kita tidak merasakan hal ini namun kita tdk bisa pungkiri pula bahwa pergerakannya dimana waktu 365.25 hari dalam satu kali gerakan selalu tepat,priodik setiap tahun.dan ini tdk akan di dapat dengan teori bumi datar dan diam dimana matahari di katakan mengelilingi bumi.

.

APAKAH ANDA  MAU MENOLAK WAKTU SETAHUN 365 HARI ?

.

Jika kaum bumi datar menolak perhitungan bumi bulat maka haruslah membuat waktu seminggu,sebulan,setahun dgn hitungan berbeda.  

.

misalnya seminggu  15 hari atau mungkin sehari 36 jam atau lebih.tentu dgn konsekwensi seluruh penunjuk JAM harus juga di rubah oleh tukang jam.

.

MASUK AKAL ? 

.

Kita manusia adalah makhluk yg sempurna,di karunia akal untuk melihat,membaca,mencerna segala sesuatu yg terjadi.

.

Ilmu ini Open Ending.Oleh sebab itu saint dan tehnologi muncul di sebabkan keingin tahuan manusia untuk memahami kekuasaan Allah.

.

pada dasarnya Al Quran adalah pedoman bagi perkembangan akhlak,agama dan kemajuan akal manusia dlm mencermati tanda tanda kekuasaan Allah.

.

saint dan tehnologi adalah kecerdasan akal untuk menyikapi pertanyaan Allah yg pada akhirnya hambaNya harus mengakui kekuasaanNYA.

.

Jadi jika ada sebagian orang justru sebaliknya kehilangan nalar dan akal,maka sesungguhnya ia belum memahami kekuasaan Allah bahkan tanpa sadar seolah menentang Allah.

.

Pada akhirnya saya mau katakan bahwa Firman firman Allah itu sungguh benar ketika di uji dengan kecerdasan akal dan sesuai realita yg ada.Intaha.

.

By.Von Edison Alouisci

Ditulis tanggal 25.4.2018

.

WA +6281273311201

Thursday, April 12, 2018

BUMI ADALAH BULAT.



*SANGGAHAN TEORI BUMI DATAR DLM KAJIAN*.

.

Penulis :  Von Edison Alouisci

.

Pengikut bumi datar dan orang yang sejalan dgn pemikirannya Merasa yakin sekali bahwa bumi itu datar.

.

Dgn modal ILMU TERJEMAHNYA Meraka menganggap ayat ayat quran itu bicara bumi datar.

.

Berikut ini dalil Alqur’an yang biasa mereka pakai:

.

DALIL MEREKA PERTAMA:

.

firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr: 19, “Dan Kami (Allah) telah menghamparkan bumi….”.

.

Nah lihatlah, kata mereka, bukankah ayat ini dengan gamblang telah menjelaskan bahwa bumi itu terhampar, dan tidak dikatakan bulat…!

.

Kemudian mereka pun dengan enteng mengkafirkan semua orang yang berseberangan faham dengan mereka.

.

DALIL MERAKA KEDUA:

.

adalah firman Allah pada surat Al-Baqarah: 22, “Dialah (Allah) yang telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan (firasy) bagimu.”

.

DALIL MEREKA KETIGA:

.

adalah firman Allah pada surat Qaf:7, “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata…”

.

DALIL MEREKA KEEMPAT:

adalah firman Allah pada surat An-Naba 78: 6-7, “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?

.

DALIL MEREKA KELIMA

.

adalah firman Allah pada surat Al-Ghasyiyah : 20, “Dan bumi bagaimana dihamparkan ?”

.

DAKIL MEREKA KEENAM

.

Adalah firman Allah pada surah yasin : Qs.36, 37, 38, 39

.

Memang secara tekstual, bunyi ayat-ayat di atas mengatakan bahwa bumi ini terhampar, seumpama firasy, karpet, atau tempat tidur.

Namun, apakah sesederhana itu sajakah memahamkan ayat Al-Qur’an….?

.

Apakah memahamkan al-Qur’an yang agung cukup secara tekstual saja, kemudian mengabaikan arti kontekstualnya…?

Kalau demikian, yakni Al-Qur’an hanya difahamkan secara tekstual saja, maka pasti akan hilanglah kehebatan dan keagungan Al-Qur’an itu.

.

Padahal ada banyak ayat suci Al-Qur’an dan hadis yang mendudukkan derajat orang-orang berpengetahuan berada beberapa tingkat di atas orang awam.

.

Dalam hal ini, pemahaman kontekstual jelas memerlukan daya nalar yang lebih tinggi dibandingkan sekedar pemahaman tekstual saja.

.

Dengan demikian, pantaslah kiranya jika Allah dalam Al-Qur’an dan Nabi dalam banyak hadis beliau, memuji dan menyatakan bahwa orang yang berilmu pengetahuan, yang memakai akal dan nalar, memiliki derajat yang tinggi jauh berbeda dengan orang awam.

.

*MARI KITA KAJI AGAR TDK MODE ON ASAL TEKSTUAL.*

.

Pada surat Al-Hijr ayat 19 dikatakan bahwa Allah telah menghamparkan bumi.

.

Disitu tidak ada dikatakan bagian yang dihamparkan adalah bagian bumi tertentu, tetapi yang terhampar adalah bumi secara mutlak. Sehingga dengan demikian, jika kita berada di suatu tempat di bagian manapun dari pada bumi itu (selatan, barat, utara, dan timur), maka kita akan melihat bahwa bumi itu datar saja, SEOLAH-OLAH TERHAMPAR di hadapan kita.

.

Kemudian jika kita berjalan dan terus berjalan dengan mengikuti satu arah yang tetap, maka bumi itu akan terus menerus kita dapati terhampar di hadapan kita sampai suatu saat kita kembali ke tempat semula saat awal berjalan.

.

Hal ini telah jelas membuktikan bahwa justru bumi itu bulat adanya.

.

Sebaliknya, jika saja bumi itu berbentuk kubus, misalnya, maka pasti hamparan itu suatu saat akan terpotong, dan kita akan menuruni suatu bagian yang menjurang, menurun, TIDAK LAGI TERHAMPAR…..!

.

Selanjutnya, jika bumi itu adalah sebuah hamparan seperti karpet atau tikar, maka jika ada orang yang melakukan perjalanan lurus satu arah secara terus menerus, maka orang itu pada akhir perjalanannya akan sampai pada ujung bumi yang terpotong, dan tidak akan pernah kembali ke tempatnya semula, di mana dia memulai perjalanannya yang pertama dulu.

.

Penelitian dan pengalaman manusia telah membuktikan bahwa perjalanan yang dilakukan secara terus menerus ke satu arah tertentu tidak pernah menemukan ujung dunia yang terpotong, melainkan terus menerus yang ditemukan hanyalah hamparan demi hamparan di tanah yang dilalui, untuk kemudian perjalanan itu berakhir pada tempat semula saat perjalanan pertama dimulai.

.

Hal ini tidak mungkin dapat terjadi jika saja bumi itu tidak bulat keberadaannya.

.

Penjelasan yang lebih gamblang adalah pada surat Al-Baqarah ayat 22: “ Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi itu firasy (hamparan, kapet) BAGIMU ……” Perhatikan kata-kata “bagimu”.

.

Al-Qur’an dalam hal ini, tidak sekedar mengatakan bahwa bumi itu hamparan umpama karpet saja, kemudian berhenti pada kalimat itu, tapi ada kata tambahan lain yaitu “bagimu”.

.

Artinya, bagi kita manusia yang tinggal di atas permukaan bumi ini, bumi terasa datar. Walaupun, bumi itu pada kenyataannya adalah tidak datar. Hanya TERASA DATAR bagi kita manusia.

.

Terasa datar bukan berarti benar-benar datar, bukan….?

.

Penjelasan kata “karpet (firasy)” bagimu bukankah bisa diartikan sebagai sesuatu yang berfungsi untuk diduduki atau dipakai tidur, dengan aman dan nyaman…?.

.

Kata firasy dalam bahasa Indonesia dapat diartikan karpet, atau ranjang adalah sesuatu yang nyaman dan aman dan dipakai untuk tidur.

.

Nampaknya arti seperti ini dapat dipakai, sebab keberadaan struktur bumi ini memang berlapis-lapis.

.

Bagian intinya sangat panas dengan suhu ribuan derajat celcius yang mematikan.

.

Namun demikian, pada bagian LAPISAN YANG PALING ATAS, ada sebuah lapisan keras setebal 70 kilometer, disebut lapisan kerak bumi yang paling aman dan nyaman, dengan suhu yang aman pula bagi kehidupan.

.

Seolah-olah lapisan bumi bagian atas itu adalah ‘karpet’ atau ‘ranjang’ yang terbentang luas dan melindungi manusia serta seluruh makhluk Allah yang berada di atasnya, aman dari bahaya lapisan bumi bagian dalam yang cair, yang sangat panas lagi mematikan itu.

.

Kemudian dalam QS.Qaf:7, “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata…”

.

Perhatikan gambaran bumi dalam ayat lainnya:

.

waal-ardha ba’da dzaalika dahaahaa

[79:30] Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

.

terjemahan bahasa Indonesia kembali menyaakan kata ini dengan ‘hamparan’.

.

Lalu ketika Al-Qur’an menyebut kata ‘al-ardha ‘ atau ‘al-ardhi ‘ yang diterjemahkan menjadi ‘bumi’, bisa juga merujuk kepada ‘permukaan bumi’ atau lapisan bumi paling luar tempat kita berpijak, lihat ayat ini :

.

walakum fii al-ardhi mustaqarrun wamataa’un ilaa hiinin [2:36]

.

Dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”

.

wa-idzaa tawallaa sa’aa fii al-ardhi liyufsida fiihaa wayuhlika alhartsa waalnnasla waallaahu laa yuhibbu alfasaada

[2:205]

.

Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan

.

Ayat-ayat tersebut merupakan sinyal-sinyal ilmiah dari Al-Qur’an tentang proses pembentukan kulit bumi, tempat kita berpijak, disitu ada indikasi terjadinya proses yang berangsur-angsur, mulai dari sedikit lalu meluas menjadi seperti permukaan bumi yang ada sekarang, ibarat orang menggelar/

menghamparkan permadani..

.

Kata ‘ farsya’ juga diartikan sebagian para ulama dengan ‘alas’ atau ‘tunggangan’. Sebagian ulama tafsir mengartikan sebagai ‘yang disembelih’, dalam hal ini adalah terkait dengan kambing, domba dan sapi (lihat Tafsir Al-Mishbah ).

Ini menjelaskan bahwa hewan yang disembelih tersebut bisa dimanfaatkan, misalnya kulitnya sebagai alas untuk tempat duduk.

.

wamina al-an’aami hamuulatan wafarsyan

[6:142]

.

Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih.

.

Ini dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an yang lain :

.

waallaahu ja’ala lakum min buyuutikum sakanan waja’ala lakum min juluudi al-an’aami buyuutan tastakhiffuunahaa yawma zha’nikum wayawma iqaamatikum wamin ashwaafihaa wa-awbaarihaa wa-asy’aarihaa atsaatsan wamataa’an ilaa hiinin

[16:80]

.

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).

.

Maka lagi-lagi kata ‘ farasy ’ dalam ayat tersebut tidak mengandung unsur ‘datar’ melainkan ‘alas tempat duduk’. Tentu saja suatu yang dihamparkan/digelar/dibentangkan akan membentuk sesuai tempat dimana dia dihamparkan, hamparan akan berbentuk melengkung kalau dasar tempatnya juga melengkung, hamparan akan berbentuk datar kalau dasar tempatnya juga datar..

.

Kata tersebut juga dipakai dalam ayat lain :

.

muttaki-iina ‘alaa furusyin bathaa-inuhaa min istabraqin wajanaa aljannatayni daanin

[55:54]

.

Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat.

.

wafurusyin marfuu’atin

[56:34] dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

.

Ayat tersebut juga tidak menyinggung tentang suatu bidang yang datar, tapi mengenai suatu benda yang ‘ dibentangkan‘ untuk tempat duduk-duduk atau istirahat.

.

al’farasyi’ dalam ayat ini diartikan sebagai ‘ anai-anai/laron ’ yang baru lahir sehingga posisi mereka bertumpuk-tumpuk bergerak makin lama makin meluas, maka kata ini diikuti dengan ‘ al-mabtsuutsi ’ = bertebaran, menyebar makin lama makin luas, dalam kalimat ini juga tidak ada korelasi antara kata ‘faraasyi’ dengan datar, melainkan menjelaskan sesuatu yang berkembang meluas.

.

Bisa dilihat dalam ayat ini :

.

yawma yakuunu alnnaasu kaalfaraasyi almabtsuutsi

[101:4]

.

Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

.

QS 2:22

alladzii ja’ala lakumu al-ardha firaasyan [2:22]

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu

Farasya = ‘fa-ra-syin’

.

Kata tersebut berasal dari kata ‘ farasya ’ yang berarti : to spread out, extend, stretch forth, furnish = menghampar, mempunyai kata turunan : furusy (berbentuk jamak, bentuk tunggalnya : firasy ).

.

Kata ‘ firasy ’ berarti : hamparan yang biasanya digunakan untuk duduk atau berbaring.

.

Dari situ kata tersebut juga bisa diartikan : permadani, kasur atau ranjang. Dalam kalimat ini tidak ada kaitan sesuatu yang terhampar dengan ‘datar’.

.

Ketahuilah wahai saudaraku seiman, bahwa bumi yang kita tempati ini berbentuk bulat menurut kesepakatan para ulama. Hal ini mereka nyatakan jauh-jauh hari sebelum para ilmuwan barat menyatakan hal ini.

.

*PENDAPAT ULAMA AHLI TAFSIR DAN ASTRONOMI ISLAM*

.

1.Berkata Imam Ibnu Hazm dalam Al-Fishal fil Milal wan Nihal (2/97) :

.

Pasal penjelasan tentang bulatnya bumi. Tidak ada satupun dari ulama kaum muslimin semoga Allah meridlai mereka- yang mengingkari bahwa bumi itu bulat, dan tidak dijumpai bantahan atau satu kalimat pun dari salah seorang dari mereka, bahkan al-Quran dan as-Sunnah telah menguatkan tentang bulatnya bumi.

.

2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ULAMA RUJUKAN AKIDAH WAHABI dengan menukil perkataan Imam Abul Husain Ahmad bin Jafar bin Munadi salah seorang ulama Hanabillah yang sangat masyhur di zamannya- berkata :

.

Demikianlah juga para ulama sepakat bahwasanya bumi dengan segala gerakannya, baik di darat maupun di laut itu bulat *[Lihat Majmu Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 25/159]*

.

Dan Syaikhul Islam pun menukil adanya ijma para ulama mengenai hal ini dari Imam Ibnu Hazm dan Abul Faraj Ibnul Jauzi. [Lihat Majmu Fatawa 6/586]

.

Berkata Imam Ibnu Hazm :

.

Kita katakan kepada orang yang tidak memahami masalah ini :

.

Bukankah Allah mewajikan kepada kita untuk shalat Dzuhur apabila matahari telah bergeser ke arah barat (zawal)? Pasti dia akan menjawab : Ya. Lalu tanyakan kepadanya tentang makna bergesernya matahari ke arah barat, pasti jawabannya adalah bahwa matahari telah berpindah dari tempat pertengahan jarak antara waktu terbitnya dengan waktu tenggelamnya, dan ini terjadi di semua waktu dan semua tempat. Maka orang yang mengatakan bahwa bumi itu datar dan tidak bulat dia harus mengatakan bahwa orang yang tinggal di daerah bumi paling timur harus shalat Dhuhur saat matahari barusan terbit, juga orang yang tinggal di daerah paling barat tidak menjalankan shalat Dhuhur kecuali di pengunjung siang dan ini adalah sesuatu yang sudah keluar dari ketetapan syariat Islam [Lihat Al-Fishal 2/87 dengan diringkas)

.

Adapun firman Allah. Artinya :

.

Dan bumi bagaimana dihamparkan? {Al-Ghasyiyah [88] : 20]

.

Ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa bumi itu datar, karena sebuah benda yang bulat kalau semakin besar, maka akan semakin tidak kelihatan bulatnya dan akan nampak seperti datar. *[Lihat Hidayatul Hairan Fi Masalatid Daurah oleh Syaikh Abdul karim Al-Humaid hal. 56]*

.

Keberadaan bumi itu bulat tidak bertentangan dengan bahwa permukaan bumi itu datar yang layak untuk dijadikan tempat tinggal, sebagaimana firman Allah Taala. Artinya : Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan [Al-Baqarah [2] ; 22]

.

Juga firmanNya. Artinya : Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? [An-Naba [78] : 6-7] Artinya : Dan bumi bagaimana dihamparkan ? *[Al-Ghasyiyah [88] : 20]*

.


.

3.Imam Al-Baidhawi -Seorang mufassir dari kelompok mutaqaddimin, lahir kurun 13, wafat 1286 - menafsirkan firman Allah:

.

ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻷﺭْﺽَ ﻓِﺮَﺍﺷًﺎ ﻭَﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀَ ﺑِﻨَﺎﺀً

“Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap” (Q.S Al-Baqarah (02): 22)

.

Yakni, Bumi disediakan untuk manusia agar dapat duduk dan tidur di atasnya, seperti tikar yang terhampar. Hal ini tidaklah mengandung pengertian bahwa bentuk bumi itu menghampar walaupun bumi itu bundar (bulat), namun oleh karena fisiknya yang amat besar, hal ini tidak berarti bahwa ia tidak bisa digunakan untuk tempat duduk, tidur dan sebagainya. (ﻭَﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀَ ﺑِﻨَﺎﺀً) Dan langit sebagai bangunan, Yakni atap yang tinggi dan berada jauh di atas bumi sebagaimana halnya keadaan kubah. *(Tafsir Al-Baidhawi, Surah Al Baqarah :22)*

.

4.Firman Allah SWT dalam surat Ar-Ra’d:

.

ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻣَﺪَّ ﺍﻷﺭْﺽَ ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺭَﻭَﺍﺳِﻲَ ﻭَﺃَﻧْﻬَﺎﺭًﺍ


“Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya.” (Q.S Ar-Ra’d (13): 3)

Yakni, Allah SWT dengan kekuasaan-Nya telah membentangkan bumi dan memanjangkan lagi luas, agar manusia dapat bertempat tinggal di atasnya. Seandainya seluruh bumi berupa jurang-jurang, bukit-bukit dan tidak ada tanah-tanah datar yang membentang, maka dapat dipastikan manusia tidak mungkin dapat hidup disana. Berkenaan dengan hal itu Ibnu Jazyi mengatakan dalam kitab tafsirnya; yang bernama At tashil Fi Ulum At Tanzil sebagai berikut, “Kata membentang , memanjang dan melingkar tidaklah menafikan akan bentuk bumi yang bulat, karena masing-masing bagian dari bumi memang datar, namun secara kesatuan bumi itu bulat” *(Ibnu Jazyi Al Kalabi 1321 – 1357 ( 36 – 35) dalam At tashil Fi Ulum At Tanzil, II/130)*

.

5.Imam Al Alusi saat mentafsirkan firman Allah SWT:

ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻷﺭْﺽَ ﺑِﺴَﺎﻃًﺎ

“Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan”

Beliau mengungkapkan, “Ayat di atas sama sekali tidak menunjukkan bahwa bentuk bumi itu datar bukan bulat. Karena bola bumi yang sedemikian besar, menjadikan orang-orang yang berada di dalamnya akan melihat kondisi sekelilingnya datar terhampar. Sebenarnya keyakinan tentang bulat atau tidak bulatnya bentuk bumi, bukanlah merupakan suatu keharusan dalam syari’at Islam. Akan tetapi, bulatnya bentuk bumi telah menjadi sesuatu yang diyakini kebenarannya. Adapun maksudnya ‘Allah telah menjadikannya terhampar’ adalah; bahwa kamu semua dapat berhilir mudik di dalamnya sebagaimana engkau berhilir mudik di atas hamparan. *(Al Alusi 10 Des 1802 - 29 july 1854., Tafsir Ruh Al Ma’ani, XXIX/76)*

.

6. Ahmad bin Ja’far Al-Munadi; salah seorang ulama dari pengikut Imam Ahmad yang telah menulis sekitar 400 buku, Imam Ibnu Hazm dan Abu Al-Fajar bin Al-Jauzi. Mereka menguraikannya dengan dalil yang telah popular.” adalah firman Allah SWT.

ﻛُﻞٌّ ﻓِﻲ ﻓَﻠَﻚٍ ﻳَﺴْﺒَﺤُﻮﻥَ .

“Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-anbiyaa’ (21): 33).

.

Masih *dalam kitab Harakat Al-Ardh wa Dauranuha* Ibnu Abbas dan ulama salaf yang lain berkata: “Garis edar adalah seperti tempat pusaran alat pemintal. Ungkapan ini memperjelas, bahwa garis edar adalah berbentuk bulat dan berputar.

.

Adapun kata Falak “ﻓﻠﻚ ” secara etimologis berarti; sesuatu yang bulat. Ada sebuah ungkapan:

.

ﺗَﻔَﻠَّﻚَ ﺛَﺪْﻱُ ﺍﻟﺠﺎﺭﻳَﺔِ ﺇﺫﺍَ ﺍﺳْﺘَﺪَﺍﺭَ .

“Buah dada gadis itu akan disebut ‘Tafallaka’ bila mana telah membulat”

Demikian alat pemintal; disebut falakah “ﻓﻠﻜﺔ”, karena bentuknya bulat.”

Para Mufasir dan pakar bahasa telah sepakat bahwa pengertian Falak “ ﻓﻠﻚ” adalah sesuatu yang bulat.


7.menurut Al Alusi “Semuanya yang dipaparkan Al Qur’an telah diperkuat dengan serangkaian bukti dari ahli-ahli astronomi moder” *dikutip dari syiehk Muhammad Mahmud Ash shawwaf, Al Muslimun wa ‘Ilmu Al-Falak, hal.44.*

.

8. Menurut Syieh Ali Ash Shobuni dalam karyanya *Harakat Al-Ardh wa Dauranuha*, beliau mengatakan: “mengenai Pengertian ( ﺣُﺴْﺒَﺎﻧًﺎ) dalam firman Allah SWT:

.

ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞَ ﺳَﻜَﻨًﺎ ﻭَﺍﻟﺸَّﻤْﺲَ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮَ ﺣُﺴْﺒَﺎﻧًﺎ

“Dan (Allah) telah menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan.” (Al An’am (06) : 96). Dan dalam ayat yang lain.

ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮُ ﺑِﺤُﺴْﺒَﺎﻥٍ

“Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.” (S. Arrahman (55) : 5)

.

Ada yang mengatakan dari “Al-Hisabu” ‘Matematis’, dan yang lain berpendapat dengan makna “Husbanu” ‘Perhitungan’ , sebagai mana perhitungan gerak dan putaran batu penghiling, yaitu peredaran lintasan benda-benda langit. Pendapat ini sudah tidak diperselisihkan lagi, karena memang sesuai dengan apa yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah. Para ulama telah bersepakat, bahwa berdasarkan hasil penelitian para pakar astronomi, bentuk pelanet bumi adalah bulat, bukan datar”.


9. Ilmuan Islam, Ibnu Khaldun (1332 – 1406 M / 732H – 808 H): “Ketahuilah, sudah jelas di kitab-kitab para ilmuan dan peneliti tentang alam bahwa bumi berbentuk bumi….” *(Muqaddimah Ibnu Khaldun, Kairo).*

.

salah satu bukti bumi berbentuk bulat adalah bintang-bintang dan planet-planet yang berbentuk bulat *(Atsar Al-Bilad wa Akhbar Al-Bilad)*

.

Selain mereka, masih banyak ilmuan dan ulama Islam klasik yang menyebutkan di dalam bukunya bahwa bumi berbentuk bulat. Di antara buku tersebut adalah:

.

1. Muruj Al-Dzahab wa Ma’adin Al-Jauhar, oleh Mas’udi Ali Husain Ali bin Husain (w. 346 H).

2. Ahsan Taqasim fi Ma’rifah Al-Aqalim, oleh Al-Maqdisi (w. 375 H)

3. Kitab Shurah Al-Ardh, oleh Ibnu Hauqal

4. Al-Masalik wa Al-Mamalik, oleh Al-Ishthikhry

5. Ruh Al-Ma’ani, oleh Imam Al-Alusi (ulama tafsir Al-Qur’an)

6. Mafatih Al-Ghaib, oleh Fakhru Ar-Razi (ulama tafsir Al-Qur’an)

Dan lain-lain.

.

ULAMA lama kita terdahulu betapa ilmu dan pengetahuan mereka telah sedemikian luasnya, dan betapa pandangan serta pemahaman mereka telah sedemikian cemerlang, pada saat umat manusia belum ada yang mengetahui ilmu-ilmu alam, kecuali hanya sedikit saja.

.

Jadi kesimpulan yg terpenting dalam hal ini jelas bahwa bumi itu bulat berdasarkan pendapat ahli tafsir dan kaidah tata bahasa arab.Bahkan pendapat ulama islam jauh telah lama ada sebelum muncul saint Saint Barat.

.

Artinya saint barat justru mengutip sumber ilmu pengetahuan islam di bidang astronomi.


By.Von Edison Alouisci

Kingstones 01.01.2013

.

http://v-e-alouisci.blogspot.com

BUMI ADALAH BULAT.



*SANGGAHAN TEORI BUMI DATAR DLM KAJIAN*.

.

Penulis :  Von Edison Alouisci

.

Pengikut bumi datar dan orang yang sejalan dgn pemikirannya Merasa yakin sekali bahwa bumi itu datar.

.

Dgn modal ILMU TERJEMAHNYA Meraka menganggap ayat ayat quran itu bicara bumi datar.

.

Berikut ini dalil Alqur’an yang biasa mereka pakai:

.

DALIL MEREKA PERTAMA:

.

firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr: 19, “Dan Kami (Allah) telah menghamparkan bumi….”.

.

Nah lihatlah, kata mereka, bukankah ayat ini dengan gamblang telah menjelaskan bahwa bumi itu terhampar, dan tidak dikatakan bulat…!

.

Kemudian mereka pun dengan enteng mengkafirkan semua orang yang berseberangan faham dengan mereka.

.

DALIL MERAKA KEDUA:

.

adalah firman Allah pada surat Al-Baqarah: 22, “Dialah (Allah) yang telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan (firasy) bagimu.”

.

DALIL MEREKA KETIGA:

.

adalah firman Allah pada surat Qaf:7, “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata…”

.

DALIL MEREKA KEEMPAT:

adalah firman Allah pada surat An-Naba 78: 6-7, “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?

.

DALIL MEREKA KELIMA

.

adalah firman Allah pada surat Al-Ghasyiyah : 20, “Dan bumi bagaimana dihamparkan ?”

.

DAKIL MEREKA KEENAM

.

Adalah firman Allah pada surah yasin : Qs.36, 37, 38, 39

.

Memang secara tekstual, bunyi ayat-ayat di atas mengatakan bahwa bumi ini terhampar, seumpama firasy, karpet, atau tempat tidur.

Namun, apakah sesederhana itu sajakah memahamkan ayat Al-Qur’an….?

.

Apakah memahamkan al-Qur’an yang agung cukup secara tekstual saja, kemudian mengabaikan arti kontekstualnya…?

Kalau demikian, yakni Al-Qur’an hanya difahamkan secara tekstual saja, maka pasti akan hilanglah kehebatan dan keagungan Al-Qur’an itu.

.

Padahal ada banyak ayat suci Al-Qur’an dan hadis yang mendudukkan derajat orang-orang berpengetahuan berada beberapa tingkat di atas orang awam.

.

Dalam hal ini, pemahaman kontekstual jelas memerlukan daya nalar yang lebih tinggi dibandingkan sekedar pemahaman tekstual saja.

.

Dengan demikian, pantaslah kiranya jika Allah dalam Al-Qur’an dan Nabi dalam banyak hadis beliau, memuji dan menyatakan bahwa orang yang berilmu pengetahuan, yang memakai akal dan nalar, memiliki derajat yang tinggi jauh berbeda dengan orang awam.

.

*MARI KITA KAJI AGAR TDK MODE ON ASAL TEKSTUAL.*

.

Pada surat Al-Hijr ayat 19 dikatakan bahwa Allah telah menghamparkan bumi.

.

Disitu tidak ada dikatakan bagian yang dihamparkan adalah bagian bumi tertentu, tetapi yang terhampar adalah bumi secara mutlak. Sehingga dengan demikian, jika kita berada di suatu tempat di bagian manapun dari pada bumi itu (selatan, barat, utara, dan timur), maka kita akan melihat bahwa bumi itu datar saja, SEOLAH-OLAH TERHAMPAR di hadapan kita.

.

Kemudian jika kita berjalan dan terus berjalan dengan mengikuti satu arah yang tetap, maka bumi itu akan terus menerus kita dapati terhampar di hadapan kita sampai suatu saat kita kembali ke tempat semula saat awal berjalan.

.

Hal ini telah jelas membuktikan bahwa justru bumi itu bulat adanya.

.

Sebaliknya, jika saja bumi itu berbentuk kubus, misalnya, maka pasti hamparan itu suatu saat akan terpotong, dan kita akan menuruni suatu bagian yang menjurang, menurun, TIDAK LAGI TERHAMPAR…..!

.

Selanjutnya, jika bumi itu adalah sebuah hamparan seperti karpet atau tikar, maka jika ada orang yang melakukan perjalanan lurus satu arah secara terus menerus, maka orang itu pada akhir perjalanannya akan sampai pada ujung bumi yang terpotong, dan tidak akan pernah kembali ke tempatnya semula, di mana dia memulai perjalanannya yang pertama dulu.

.

Penelitian dan pengalaman manusia telah membuktikan bahwa perjalanan yang dilakukan secara terus menerus ke satu arah tertentu tidak pernah menemukan ujung dunia yang terpotong, melainkan terus menerus yang ditemukan hanyalah hamparan demi hamparan di tanah yang dilalui, untuk kemudian perjalanan itu berakhir pada tempat semula saat perjalanan pertama dimulai.

.

Hal ini tidak mungkin dapat terjadi jika saja bumi itu tidak bulat keberadaannya.

.

Penjelasan yang lebih gamblang adalah pada surat Al-Baqarah ayat 22: “ Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi itu firasy (hamparan, kapet) BAGIMU ……” Perhatikan kata-kata “bagimu”.

.

Al-Qur’an dalam hal ini, tidak sekedar mengatakan bahwa bumi itu hamparan umpama karpet saja, kemudian berhenti pada kalimat itu, tapi ada kata tambahan lain yaitu “bagimu”.

.

Artinya, bagi kita manusia yang tinggal di atas permukaan bumi ini, bumi terasa datar. Walaupun, bumi itu pada kenyataannya adalah tidak datar. Hanya TERASA DATAR bagi kita manusia.

.

Terasa datar bukan berarti benar-benar datar, bukan….?

.

Penjelasan kata “karpet (firasy)” bagimu bukankah bisa diartikan sebagai sesuatu yang berfungsi untuk diduduki atau dipakai tidur, dengan aman dan nyaman…?.

.

Kata firasy dalam bahasa Indonesia dapat diartikan karpet, atau ranjang adalah sesuatu yang nyaman dan aman dan dipakai untuk tidur.

.

Nampaknya arti seperti ini dapat dipakai, sebab keberadaan struktur bumi ini memang berlapis-lapis.

.

Bagian intinya sangat panas dengan suhu ribuan derajat celcius yang mematikan.

.

Namun demikian, pada bagian LAPISAN YANG PALING ATAS, ada sebuah lapisan keras setebal 70 kilometer, disebut lapisan kerak bumi yang paling aman dan nyaman, dengan suhu yang aman pula bagi kehidupan.

.

Seolah-olah lapisan bumi bagian atas itu adalah ‘karpet’ atau ‘ranjang’ yang terbentang luas dan melindungi manusia serta seluruh makhluk Allah yang berada di atasnya, aman dari bahaya lapisan bumi bagian dalam yang cair, yang sangat panas lagi mematikan itu.

.

Kemudian dalam QS.Qaf:7, “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata…”

.

Perhatikan gambaran bumi dalam ayat lainnya:

.

waal-ardha ba’da dzaalika dahaahaa

[79:30] Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

.

terjemahan bahasa Indonesia kembali menyaakan kata ini dengan ‘hamparan’.

.

Lalu ketika Al-Qur’an menyebut kata ‘al-ardha ‘ atau ‘al-ardhi ‘ yang diterjemahkan menjadi ‘bumi’, bisa juga merujuk kepada ‘permukaan bumi’ atau lapisan bumi paling luar tempat kita berpijak, lihat ayat ini :

.

walakum fii al-ardhi mustaqarrun wamataa’un ilaa hiinin [2:36]

.

Dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”

.

wa-idzaa tawallaa sa’aa fii al-ardhi liyufsida fiihaa wayuhlika alhartsa waalnnasla waallaahu laa yuhibbu alfasaada

[2:205]

.

Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan

.

Ayat-ayat tersebut merupakan sinyal-sinyal ilmiah dari Al-Qur’an tentang proses pembentukan kulit bumi, tempat kita berpijak, disitu ada indikasi terjadinya proses yang berangsur-angsur, mulai dari sedikit lalu meluas menjadi seperti permukaan bumi yang ada sekarang, ibarat orang menggelar/

menghamparkan permadani..

.

Kata ‘ farsya’ juga diartikan sebagian para ulama dengan ‘alas’ atau ‘tunggangan’. Sebagian ulama tafsir mengartikan sebagai ‘yang disembelih’, dalam hal ini adalah terkait dengan kambing, domba dan sapi (lihat Tafsir Al-Mishbah ).

Ini menjelaskan bahwa hewan yang disembelih tersebut bisa dimanfaatkan, misalnya kulitnya sebagai alas untuk tempat duduk.

.

wamina al-an’aami hamuulatan wafarsyan

[6:142]

.

Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih.

.

Ini dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an yang lain :

.

waallaahu ja’ala lakum min buyuutikum sakanan waja’ala lakum min juluudi al-an’aami buyuutan tastakhiffuunahaa yawma zha’nikum wayawma iqaamatikum wamin ashwaafihaa wa-awbaarihaa wa-asy’aarihaa atsaatsan wamataa’an ilaa hiinin

[16:80]

.

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).

.

Maka lagi-lagi kata ‘ farasy ’ dalam ayat tersebut tidak mengandung unsur ‘datar’ melainkan ‘alas tempat duduk’. Tentu saja suatu yang dihamparkan/digelar/dibentangkan akan membentuk sesuai tempat dimana dia dihamparkan, hamparan akan berbentuk melengkung kalau dasar tempatnya juga melengkung, hamparan akan berbentuk datar kalau dasar tempatnya juga datar..

.

Kata tersebut juga dipakai dalam ayat lain :

.

muttaki-iina ‘alaa furusyin bathaa-inuhaa min istabraqin wajanaa aljannatayni daanin

[55:54]

.

Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat.

.

wafurusyin marfuu’atin

[56:34] dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

.

Ayat tersebut juga tidak menyinggung tentang suatu bidang yang datar, tapi mengenai suatu benda yang ‘ dibentangkan‘ untuk tempat duduk-duduk atau istirahat.

.

al’farasyi’ dalam ayat ini diartikan sebagai ‘ anai-anai/laron ’ yang baru lahir sehingga posisi mereka bertumpuk-tumpuk bergerak makin lama makin meluas, maka kata ini diikuti dengan ‘ al-mabtsuutsi ’ = bertebaran, menyebar makin lama makin luas, dalam kalimat ini juga tidak ada korelasi antara kata ‘faraasyi’ dengan datar, melainkan menjelaskan sesuatu yang berkembang meluas.

.

Bisa dilihat dalam ayat ini :

.

yawma yakuunu alnnaasu kaalfaraasyi almabtsuutsi

[101:4]

.

Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

.

QS 2:22

alladzii ja’ala lakumu al-ardha firaasyan [2:22]

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu

Farasya = ‘fa-ra-syin’

.

Kata tersebut berasal dari kata ‘ farasya ’ yang berarti : to spread out, extend, stretch forth, furnish = menghampar, mempunyai kata turunan : furusy (berbentuk jamak, bentuk tunggalnya : firasy ).

.

Kata ‘ firasy ’ berarti : hamparan yang biasanya digunakan untuk duduk atau berbaring.

.

Dari situ kata tersebut juga bisa diartikan : permadani, kasur atau ranjang. Dalam kalimat ini tidak ada kaitan sesuatu yang terhampar dengan ‘datar’.

.

Ketahuilah wahai saudaraku seiman, bahwa bumi yang kita tempati ini berbentuk bulat menurut kesepakatan para ulama. Hal ini mereka nyatakan jauh-jauh hari sebelum para ilmuwan barat menyatakan hal ini.

.

*PENDAPAT ULAMA AHLI TAFSIR DAN ASTRONOMI ISLAM*

.

1.Berkata Imam Ibnu Hazm dalam Al-Fishal fil Milal wan Nihal (2/97) :

.

Pasal penjelasan tentang bulatnya bumi. Tidak ada satupun dari ulama kaum muslimin semoga Allah meridlai mereka- yang mengingkari bahwa bumi itu bulat, dan tidak dijumpai bantahan atau satu kalimat pun dari salah seorang dari mereka, bahkan al-Quran dan as-Sunnah telah menguatkan tentang bulatnya bumi.

.

2. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ULAMA RUJUKAN AKIDAH WAHABI dengan menukil perkataan Imam Abul Husain Ahmad bin Jafar bin Munadi salah seorang ulama Hanabillah yang sangat masyhur di zamannya- berkata :

.

Demikianlah juga para ulama sepakat bahwasanya bumi dengan segala gerakannya, baik di darat maupun di laut itu bulat *[Lihat Majmu Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 25/159]*

.

Dan Syaikhul Islam pun menukil adanya ijma para ulama mengenai hal ini dari Imam Ibnu Hazm dan Abul Faraj Ibnul Jauzi. [Lihat Majmu Fatawa 6/586]

.

Berkata Imam Ibnu Hazm :

.

Kita katakan kepada orang yang tidak memahami masalah ini :

.

Bukankah Allah mewajikan kepada kita untuk shalat Dzuhur apabila matahari telah bergeser ke arah barat (zawal)? Pasti dia akan menjawab : Ya. Lalu tanyakan kepadanya tentang makna bergesernya matahari ke arah barat, pasti jawabannya adalah bahwa matahari telah berpindah dari tempat pertengahan jarak antara waktu terbitnya dengan waktu tenggelamnya, dan ini terjadi di semua waktu dan semua tempat. Maka orang yang mengatakan bahwa bumi itu datar dan tidak bulat dia harus mengatakan bahwa orang yang tinggal di daerah bumi paling timur harus shalat Dhuhur saat matahari barusan terbit, juga orang yang tinggal di daerah paling barat tidak menjalankan shalat Dhuhur kecuali di pengunjung siang dan ini adalah sesuatu yang sudah keluar dari ketetapan syariat Islam [Lihat Al-Fishal 2/87 dengan diringkas)

.

Adapun firman Allah. Artinya :

.

Dan bumi bagaimana dihamparkan? {Al-Ghasyiyah [88] : 20]

.

Ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa bumi itu datar, karena sebuah benda yang bulat kalau semakin besar, maka akan semakin tidak kelihatan bulatnya dan akan nampak seperti datar. *[Lihat Hidayatul Hairan Fi Masalatid Daurah oleh Syaikh Abdul karim Al-Humaid hal. 56]*

.

Keberadaan bumi itu bulat tidak bertentangan dengan bahwa permukaan bumi itu datar yang layak untuk dijadikan tempat tinggal, sebagaimana firman Allah Taala. Artinya : Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan [Al-Baqarah [2] ; 22]

.

Juga firmanNya. Artinya : Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? [An-Naba [78] : 6-7] Artinya : Dan bumi bagaimana dihamparkan ? *[Al-Ghasyiyah [88] : 20]*

.


.

3.Imam Al-Baidhawi -Seorang mufassir dari kelompok mutaqaddimin, lahir kurun 13, wafat 1286 - menafsirkan firman Allah:

.

ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻷﺭْﺽَ ﻓِﺮَﺍﺷًﺎ ﻭَﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀَ ﺑِﻨَﺎﺀً

“Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap” (Q.S Al-Baqarah (02): 22)

.

Yakni, Bumi disediakan untuk manusia agar dapat duduk dan tidur di atasnya, seperti tikar yang terhampar. Hal ini tidaklah mengandung pengertian bahwa bentuk bumi itu menghampar walaupun bumi itu bundar (bulat), namun oleh karena fisiknya yang amat besar, hal ini tidak berarti bahwa ia tidak bisa digunakan untuk tempat duduk, tidur dan sebagainya. (ﻭَﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀَ ﺑِﻨَﺎﺀً) Dan langit sebagai bangunan, Yakni atap yang tinggi dan berada jauh di atas bumi sebagaimana halnya keadaan kubah. *(Tafsir Al-Baidhawi, Surah Al Baqarah :22)*

.

4.Firman Allah SWT dalam surat Ar-Ra’d:

.

ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻣَﺪَّ ﺍﻷﺭْﺽَ ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺭَﻭَﺍﺳِﻲَ ﻭَﺃَﻧْﻬَﺎﺭًﺍ


“Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya.” (Q.S Ar-Ra’d (13): 3)

Yakni, Allah SWT dengan kekuasaan-Nya telah membentangkan bumi dan memanjangkan lagi luas, agar manusia dapat bertempat tinggal di atasnya. Seandainya seluruh bumi berupa jurang-jurang, bukit-bukit dan tidak ada tanah-tanah datar yang membentang, maka dapat dipastikan manusia tidak mungkin dapat hidup disana. Berkenaan dengan hal itu Ibnu Jazyi mengatakan dalam kitab tafsirnya; yang bernama At tashil Fi Ulum At Tanzil sebagai berikut, “Kata membentang , memanjang dan melingkar tidaklah menafikan akan bentuk bumi yang bulat, karena masing-masing bagian dari bumi memang datar, namun secara kesatuan bumi itu bulat” *(Ibnu Jazyi Al Kalabi 1321 – 1357 ( 36 – 35) dalam At tashil Fi Ulum At Tanzil, II/130)*

.

5.Imam Al Alusi saat mentafsirkan firman Allah SWT:

ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻷﺭْﺽَ ﺑِﺴَﺎﻃًﺎ

“Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan”

Beliau mengungkapkan, “Ayat di atas sama sekali tidak menunjukkan bahwa bentuk bumi itu datar bukan bulat. Karena bola bumi yang sedemikian besar, menjadikan orang-orang yang berada di dalamnya akan melihat kondisi sekelilingnya datar terhampar. Sebenarnya keyakinan tentang bulat atau tidak bulatnya bentuk bumi, bukanlah merupakan suatu keharusan dalam syari’at Islam. Akan tetapi, bulatnya bentuk bumi telah menjadi sesuatu yang diyakini kebenarannya. Adapun maksudnya ‘Allah telah menjadikannya terhampar’ adalah; bahwa kamu semua dapat berhilir mudik di dalamnya sebagaimana engkau berhilir mudik di atas hamparan. *(Al Alusi 10 Des 1802 - 29 july 1854., Tafsir Ruh Al Ma’ani, XXIX/76)*

.

6. Ahmad bin Ja’far Al-Munadi; salah seorang ulama dari pengikut Imam Ahmad yang telah menulis sekitar 400 buku, Imam Ibnu Hazm dan Abu Al-Fajar bin Al-Jauzi. Mereka menguraikannya dengan dalil yang telah popular.” adalah firman Allah SWT.

ﻛُﻞٌّ ﻓِﻲ ﻓَﻠَﻚٍ ﻳَﺴْﺒَﺤُﻮﻥَ .

“Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-anbiyaa’ (21): 33).

.

Masih *dalam kitab Harakat Al-Ardh wa Dauranuha* Ibnu Abbas dan ulama salaf yang lain berkata: “Garis edar adalah seperti tempat pusaran alat pemintal. Ungkapan ini memperjelas, bahwa garis edar adalah berbentuk bulat dan berputar.

.

Adapun kata Falak “ﻓﻠﻚ ” secara etimologis berarti; sesuatu yang bulat. Ada sebuah ungkapan:

.

ﺗَﻔَﻠَّﻚَ ﺛَﺪْﻱُ ﺍﻟﺠﺎﺭﻳَﺔِ ﺇﺫﺍَ ﺍﺳْﺘَﺪَﺍﺭَ .

“Buah dada gadis itu akan disebut ‘Tafallaka’ bila mana telah membulat”

Demikian alat pemintal; disebut falakah “ﻓﻠﻜﺔ”, karena bentuknya bulat.”

Para Mufasir dan pakar bahasa telah sepakat bahwa pengertian Falak “ ﻓﻠﻚ” adalah sesuatu yang bulat.


7.menurut Al Alusi “Semuanya yang dipaparkan Al Qur’an telah diperkuat dengan serangkaian bukti dari ahli-ahli astronomi moder” *dikutip dari syiehk Muhammad Mahmud Ash shawwaf, Al Muslimun wa ‘Ilmu Al-Falak, hal.44.*

.

8. Menurut Syieh Ali Ash Shobuni dalam karyanya *Harakat Al-Ardh wa Dauranuha*, beliau mengatakan: “mengenai Pengertian ( ﺣُﺴْﺒَﺎﻧًﺎ) dalam firman Allah SWT:

.

ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞَ ﺳَﻜَﻨًﺎ ﻭَﺍﻟﺸَّﻤْﺲَ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮَ ﺣُﺴْﺒَﺎﻧًﺎ

“Dan (Allah) telah menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan.” (Al An’am (06) : 96). Dan dalam ayat yang lain.

ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮُ ﺑِﺤُﺴْﺒَﺎﻥٍ

“Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.” (S. Arrahman (55) : 5)

.

Ada yang mengatakan dari “Al-Hisabu” ‘Matematis’, dan yang lain berpendapat dengan makna “Husbanu” ‘Perhitungan’ , sebagai mana perhitungan gerak dan putaran batu penghiling, yaitu peredaran lintasan benda-benda langit. Pendapat ini sudah tidak diperselisihkan lagi, karena memang sesuai dengan apa yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah. Para ulama telah bersepakat, bahwa berdasarkan hasil penelitian para pakar astronomi, bentuk pelanet bumi adalah bulat, bukan datar”.


9. Ilmuan Islam, Ibnu Khaldun (1332 – 1406 M / 732H – 808 H): “Ketahuilah, sudah jelas di kitab-kitab para ilmuan dan peneliti tentang alam bahwa bumi berbentuk bumi….” *(Muqaddimah Ibnu Khaldun, Kairo).*

.

salah satu bukti bumi berbentuk bulat adalah bintang-bintang dan planet-planet yang berbentuk bulat *(Atsar Al-Bilad wa Akhbar Al-Bilad)*

.

Selain mereka, masih banyak ilmuan dan ulama Islam klasik yang menyebutkan di dalam bukunya bahwa bumi berbentuk bulat. Di antara buku tersebut adalah:

.

1. Muruj Al-Dzahab wa Ma’adin Al-Jauhar, oleh Mas’udi Ali Husain Ali bin Husain (w. 346 H).

2. Ahsan Taqasim fi Ma’rifah Al-Aqalim, oleh Al-Maqdisi (w. 375 H)

3. Kitab Shurah Al-Ardh, oleh Ibnu Hauqal

4. Al-Masalik wa Al-Mamalik, oleh Al-Ishthikhry

5. Ruh Al-Ma’ani, oleh Imam Al-Alusi (ulama tafsir Al-Qur’an)

6. Mafatih Al-Ghaib, oleh Fakhru Ar-Razi (ulama tafsir Al-Qur’an)

Dan lain-lain.

.

ULAMA lama kita terdahulu betapa ilmu dan pengetahuan mereka telah sedemikian luasnya, dan betapa pandangan serta pemahaman mereka telah sedemikian cemerlang, pada saat umat manusia belum ada yang mengetahui ilmu-ilmu alam, kecuali hanya sedikit saja.

.

Jadi kesimpulan yg terpenting dalam hal ini jelas bahwa bumi itu bulat berdasarkan pendapat ahli tafsir dan kaidah tata bahasa arab.Bahkan pendapat ulama islam jauh telah lama ada sebelum muncul saint Saint Barat.

.

Artinya saint barat justru mengutip sumber ilmu pengetahuan islam di bidang astronomi.


By.Von Edison Alouisci

Kingstones 01.01.2013

.

http://v-e-alouisci.blogspot.com

Tuesday, September 10, 2013

Sanggahan Untuk Penemu Teori Bumi Datar








Penulis : Von Edison Alouisci

Bin Baz Eistein-nya Wahabi.


“The earth is flat. Whoever claims it is round is an atheist deserving
of punishment.” Yousef M. Ibrahim, “Muslim Edicts take on New Force”,
The New York Times, February 12, 1995, p. A-14.
Teori Bumi Datar
adalah penemuan spektakuler sepanjang abad modern oleh seorang jenius
ulama Arab Saudi, Grand Mufti Ibn Baz. ia meraih penghargaan Service to
Islam dari Raja Faisal, dan ditunjuk sebagai Grand Mufti pada tahun 1994
oleh Raja Fahd.
Ia menulis sejumlah buku yg berguna bagi umat
manusia. Penemuan paling terkenalnya ditulisnya sesuai dengan judul
bukunya, “Bukti bahwa Bumi Tidak Bergerak.” Riset sains ini diterbitkan
oleh Islamic University of Medina, Saudi, tahun 1974. Pada halaman 23,
ia berbicara tentang penemuan brilyannya ini dan merujuk pada ayat-ayat
Al-Quran dan Al-hadist. Ia dengan yakin menentang kepercayaan kuno bahwa
bumi berputar.

Berikut kutipannya:
“Kalau bumi berputar
(rotasi) seperti yang mereka katakan, maka negara – negara, pegunungan,
pohon – pohon, sungai- sungai dan samudera- samudra tidak memiliki dasar
dan orang akan melihat negara-negara di timur bergerak ke barat dan
negara- negara barat bergerak ke timur.”
Parvez Hoodbhoy dalam
bukunya “Islam and Science: Religious Orthodoxy and the Battle for
Rationality”. Pada halaman 49, ia menulis:
”.. The Sheikh (Abdul
Aziz Ibn Baz) menulis … sebuah buku dlm bahasa Arab berjudul Jiryan
Al-Shams Wa Al-Qammar Wa-Sukoon Al-Arz. Artinya : Pergerakan Matahari
dan Bulan dan Tidak Bergeraknya Bumi … Dlm buku sebelumnya, ia mengancam
para penantang dgn fatwa keras atau ‘takfir’ (alias kafir), tetapi
tidak mengulanginya dlm versi yg lebih baru.”
Lagi-lagi tahun 1993,
otak jenius encer itu mulai lagi bekerja overtime. Suatu pagi hari, sang
jenius membuka Qurannya dan menoleh sejumlah mukjizat ilmiah dan sampai
pada penemuan baru bahwa “Bentuk Bumi adalah Datar”.

Nah Ini direkam oleh Carl Sagan dlm bukunya “The Demon-haunted World: Science as a Candle in the Dark”. Sagan menulis:

“Th 1993, otoritas religius tertinggi Saudi, Sheik Abdel-Aziz ibn
Baaz, mengeluarkan fatwa, menyatakan bahwa bumi adalah datar. Siapapun
yg menolak dianggap tidak percaya Allah dan harus dihukum. ”
Namun
lagi-lagi, sang jenius Ibn Baz berubah pikiran seperti sebelumnya. Ia
membantah bahwa ia pernah menyusun teori Bumi Datar. Tidak diketahui
mengapa ia meninggalkan kesimpulan ilmiah yang begitu hebat itu. Mungkin
inilah karakteristik seorang jenius.

SANGGAHAN TEORI BINBAZ MENURUT ALQURAN DAN PERHITUNGAN ILMIYAH


Oleh Von Edison Alousci

Mari Kita Kaji Dalil quran Surat Yasin 38 : matahari berjalan ditempat peredarannya



[36:38] dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
A. Matahari mempunyai dua macam pergerakan, yaitu sebagai berikut :

Matahari berotasi pada sumbunya dengan selama sekitar 27 hari untuk
mencapai satu kali putaran. Gerakan rotasi ini pertama kali diketahui
melalui pengamatan terhadap perubahan posisi bintik Matahari. Sumbu
rotasi Matahari miring sejauh 7,25° dari sumbu orbit Bumi sehingga kutub
utara Matahari akan lebih terlihat di bulan September sementara kutub
selatan Matahari lebih terlihat di bulan Maret. Matahari bukanlah bola
padat, melainkan bola gas, sehingga Matahari tidak berotasi dengan
kecepatan yang seragam.

Ahli astronomi mengemukakan bahwa rotasi bagian interior Matahari tidak sama dengan bagian permukaannya.

Bagian inti dan zona radiatif berotasi bersamaan, sedangkan zona
konvektif dan fotosfer juga berotasi bersama namun dengan kecepatan yang
berbeda.

Bagian ekuatorial (tengah) memakan waktu rotasi
sekitar 24 hari sedangkan bagian kutubnya berotasi selama sekitar 31
hari. Sumber perbedaan waktu rotasi Matahari tersebut masih diteliti.

Matahari dan keseluruhan isi tata surya bergerak di orbitnya
mengelilingi galaksi Bimasakti. Matahari terletak sejauh 28.000 tahun
cahaya dari pusat galaksi Bimasakti. Kecepatan rata-rata pergerakan ini
adalah 828.000 km/jam sehingga diperkirakan akan membutuhkan waktu 230
juta tahun untuk mencapai satu putaran sempurna mengelilingi galaksi.

akibat rotasi matahari maka planet berevolusi (planet mengelilingi
matahari) dan planet berotasi pada porosnya. Dan akibat rotasi bumi maka
bulan berotasi pada porosnya dan berevolusi (mengelilingi bumi)


B. Rotasi Bumi dari barat ke timur
Rotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari.

Masa rotasi Bumi pada sumbunya dalam dalam hubungannya dengan bintang
ialah 23 jam, 56 menit dan 4.091 detik. Masa rotasi dalam kaitannya
dengan Matahari ialah 24 jam.
Gerakan melingkar mengelilingi
Matahari terjadi selama setahun, yakni 365,2425 hari. Sehingga, revolusi
Bumi mengelilingi Matahari tidak pas dengan gerakan Bumi pada sumbunya.
Dari sini kita memiliki tahun kabisat yang terjadi setiap 4 tahun
sekali (kecuali pada hitungan seratus yang tidak dapat dibagi 400)

Sekarang dimana Dasar Dalilnya bahwa Bumi Itu Diam seperti kata ulama wahabi,Bin baz ??

jika bumi ini Datar seperti katanya..lantas dimana Tepinya ?? berapa
jaraknya dari pusat tengah diameter Bumi ?? Bagimana posisi penduduk
Bumi di tepi Bumi ?? apakah mereka sewaktu waktu bisa jatuh dari bumi ??
jatuh kemana ??

Bin baz katanya merujuk pada ayat-ayat
Al-Quran dan Al-hadist.namun benarkah analisa pemahaman hadits dan quran
darinya itu sudah diperhitungkan secara Ilmiyah dan Realistis ??


Seorang Ulama mestinya tidak Mudah mencap kafir orang lain yang tidak
sependapat dan memaksakan kehendak hanya dengan Nalar pribadi yang belum
tentu teruji kebenarannya.

Aku mau bilang “ Semua Umat Muslim
berdasarkan quran dan hadits dan perpecahan itu adalah karna
memahaminya yang berbeda berdasarkan kemampuan analisanya masing
masing.maka sesungguhnya patokan yang paling benar adalah uraian Ulama
masa Rasuluullah,sahabat,tabiiin dan dan tabiun serta kajiana Ilmiyah
sesuai dengan kondisi zaman sekarang.dan tentunya AKAL sehat adalah
punya peranan penting namun tidak pula menyimpang dari maksud quran dan
hadits yang di uraikan Ulama besar generasi terbaik (sahabat.tabiin dan
tabiun) itu sendiri.karna itu agar tidak ada kesalahan dalam dalam
memahaminya maka Ulama dahulu menekankan hukum sanad,belajar ILMU agama
dengan cara saling bersambung dan amanah.siapa yang keluar dari kaidah
sanad maka dipastikan IA HANYA MENGANDALKAN PEMAHAMAN MENURUT AKALNYA
SENDIRI SEMENTARA IA BUKAN AHLI IJTIHAD”


Nabi telah bersabda supaya umat mengikuti sanad:


Dari Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu
alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah (yang hidup) di
zamanku, kemudian orang-orang setelahnya, kemudian orang-orang
setelahnya”. (HR. Bukhari, no. 2652, Muslim, no. 6635).

berkata
Imam Syafii :“Orang yang belajar ilmutanpa sanad guru bagaikan orang
yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu
bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul Qadir
juz 1 hal 433)
Berkata pula Imam Atsauri : “Sanad adalah senjata
orang mukmin, maka bila kau tak punya senjata maka dengan apa kau akan
berperang?”, berkata pula Imam Ibnul Mubarak : “Pelajar ilmu yang tak
punya sanad bagaikan penaik atap namun tak punya tangganya, sungguh
telah Allah muliakan ummat ini dengan sanad” (Faidhul Qadir juz 1 hal
433).

dan Nabi juga memerintahkan supaya berpegang tegung pada jamaah mayoritas

Dari Anas bin Malik ra berkata : “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda
: “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh
karena itu, apabila kalian melihat terjadinya perselisihan, maka
ikutilah kelompok mayoritas.” [HR. Ibnu Majah (3950), Abd bin Humaid
dalam Musnad-nya (1220) dan al-Thabarani dalam Musnad al-Syamiyyin
(2069).

Renungankanlah dan pikirkan baik baik karna
sesungguhnya akal yang sehat adalah akan seseorang yang mau menerima
petunjuk sepanjangan itu adalah kebenaran dan seseorang itu dikatakn
Bijak dan berwawasan manakala ia mau meneliti setiap kesalahan dirinya
sendiri dngan membandingkan dan mengkaji setiap masukan orang lain.

Dan adalah Dangkal jika Hawa nafsu mengendalikan akal.
INTAHA.


SILAHKAN KOMENT DENGAN AKAL SEHAT BUKAN DENGAN HAWA NAFSU.












Sanggahan Untuk Penemu Teori Bumi Datar


Penulis : Von Edison Alouisci

Bin Baz Eistein-nya Wahabi.

“The earth is flat. Whoever claims it is round is an atheist deserving of punishment.” Yousef M. Ibrahim, “Muslim Edicts take on New Force”, The New York Times, February 12, 1995, p. A-14.
Teori Bumi Datar adalah penemuan spektakuler sepanjang abad modern oleh seorang jenius ulama Arab Saudi, Grand Mufti Ibn Baz. ia meraih penghargaan Service to Islam dari Raja Faisal, dan ditunjuk sebagai Grand Mufti pada tahun 1994 oleh Raja Fahd.
Ia menulis sejumlah buku yg berguna bagi umat manusia. Penemuan paling terkenalnya ditulisnya sesuai dengan judul bukunya, “Bukti bahwa Bumi Tidak Bergerak.” Riset sains ini diterbitkan oleh Islamic University of Medina, Saudi, tahun 1974. Pada halaman 23, ia berbicara tentang penemuan brilyannya ini dan merujuk pada ayat-ayat Al-Quran dan Al-hadist. Ia dengan yakin menentang kepercayaan kuno bahwa bumi berputar.

Berikut kutipannya:
“Kalau bumi berputar (rotasi) seperti yang mereka katakan, maka negara – negara, pegunungan, pohon – pohon, sungai- sungai dan samudera- samudra tidak memiliki dasar dan orang akan melihat negara-negara di timur bergerak ke barat dan negara- negara barat bergerak ke timur.”
Parvez Hoodbhoy dalam bukunya “Islam and Science: Religious Orthodoxy and the Battle for Rationality”. Pada halaman 49, ia menulis:
”.. The Sheikh (Abdul Aziz Ibn Baz) menulis … sebuah buku dlm bahasa Arab berjudul Jiryan Al-Shams Wa Al-Qammar Wa-Sukoon Al-Arz. Artinya : Pergerakan Matahari dan Bulan dan Tidak Bergeraknya Bumi … Dlm buku sebelumnya, ia mengancam para penantang dgn fatwa keras atau ‘takfir’ (alias kafir), tetapi tidak mengulanginya dlm versi yg lebih baru.”
Lagi-lagi tahun 1993, otak jenius encer itu mulai lagi bekerja overtime. Suatu pagi hari, sang jenius membuka Qurannya dan menoleh sejumlah mukjizat ilmiah dan sampai pada penemuan baru bahwa “Bentuk Bumi adalah Datar”.

Nah Ini direkam oleh Carl Sagan dlm bukunya “The Demon-haunted World: Science as a Candle in the Dark”. Sagan menulis:
“Th 1993, otoritas religius tertinggi Saudi, Sheik Abdel-Aziz ibn Baaz, mengeluarkan fatwa, menyatakan bahwa bumi adalah datar. Siapapun yg menolak dianggap tidak percaya Allah dan harus dihukum. ”
Namun lagi-lagi, sang jenius Ibn Baz berubah pikiran seperti sebelumnya. Ia membantah bahwa ia pernah menyusun teori Bumi Datar. Tidak diketahui mengapa ia meninggalkan kesimpulan ilmiah yang begitu hebat itu. Mungkin inilah karakteristik seorang jenius.

SANGGAHAN TEORI BINBAZ MENURUT ALQURAN DAN PERHITUNGAN ILMIYAH


Oleh Von Edison Alousci

Mari Kita Kaji Dalil quran Surat Yasin 38 : matahari berjalan ditempat peredarannya



[36:38] dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
A. Matahari mempunyai dua macam pergerakan, yaitu sebagai berikut :
Matahari berotasi pada sumbunya dengan selama sekitar 27 hari untuk mencapai satu kali putaran. Gerakan rotasi ini pertama kali diketahui melalui pengamatan terhadap perubahan posisi bintik Matahari. Sumbu rotasi Matahari miring sejauh 7,25° dari sumbu orbit Bumi sehingga kutub utara Matahari akan lebih terlihat di bulan September sementara kutub selatan Matahari lebih terlihat di bulan Maret. Matahari bukanlah bola padat, melainkan bola gas, sehingga Matahari tidak berotasi dengan kecepatan yang seragam.

Ahli astronomi mengemukakan bahwa rotasi bagian interior Matahari tidak sama dengan bagian permukaannya.
Bagian inti dan zona radiatif berotasi bersamaan, sedangkan zona konvektif dan fotosfer juga berotasi bersama namun dengan kecepatan yang berbeda.

Bagian ekuatorial (tengah) memakan waktu rotasi sekitar 24 hari sedangkan bagian kutubnya berotasi selama sekitar 31 hari. Sumber perbedaan waktu rotasi Matahari tersebut masih diteliti.
Matahari dan keseluruhan isi tata surya bergerak di orbitnya mengelilingi galaksi Bimasakti. Matahari terletak sejauh 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi Bimasakti. Kecepatan rata-rata pergerakan ini adalah 828.000 km/jam sehingga diperkirakan akan membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk mencapai satu putaran sempurna mengelilingi galaksi.
akibat rotasi matahari maka planet berevolusi (planet mengelilingi matahari) dan planet berotasi pada porosnya. Dan akibat rotasi bumi maka bulan berotasi pada porosnya dan berevolusi (mengelilingi bumi)


B. Rotasi Bumi dari barat ke timur
Rotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari.
Masa rotasi Bumi pada sumbunya dalam dalam hubungannya dengan bintang ialah 23 jam, 56 menit dan 4.091 detik. Masa rotasi dalam kaitannya dengan Matahari ialah 24 jam.
Gerakan melingkar mengelilingi Matahari terjadi selama setahun, yakni 365,2425 hari. Sehingga, revolusi Bumi mengelilingi Matahari tidak pas dengan gerakan Bumi pada sumbunya. Dari sini kita memiliki tahun kabisat yang terjadi setiap 4 tahun sekali (kecuali pada hitungan seratus yang tidak dapat dibagi 400)

Sekarang dimana Dasar Dalilnya bahwa Bumi Itu Diam seperti kata ulama wahabi,Bin baz ??
jika bumi ini Datar seperti katanya..lantas dimana Tepinya ?? berapa jaraknya dari pusat tengah diameter Bumi ?? Bagimana posisi penduduk Bumi di tepi Bumi ?? apakah mereka sewaktu waktu bisa jatuh dari bumi ?? jatuh kemana ??

Bin baz katanya merujuk pada ayat-ayat Al-Quran dan Al-hadist.namun benarkah analisa pemahaman hadits dan quran darinya itu sudah diperhitungkan secara Ilmiyah dan Realistis ??

Seorang Ulama mestinya tidak Mudah mencap kafir orang lain yang tidak sependapat dan memaksakan kehendak hanya dengan Nalar pribadi yang belum tentu teruji kebenarannya.

Aku mau bilang “ Semua Umat Muslim berdasarkan quran dan hadits dan perpecahan itu adalah karna memahaminya yang berbeda berdasarkan kemampuan analisanya masing masing.maka sesungguhnya patokan yang paling benar adalah uraian Ulama masa Rasuluullah,sahabat,tabiiin dan dan tabiun serta kajiana Ilmiyah sesuai dengan kondisi zaman sekarang.dan tentunya AKAL sehat adalah punya peranan penting namun tidak pula menyimpang dari maksud quran dan hadits yang di uraikan Ulama besar generasi terbaik (sahabat.tabiin dan tabiun) itu sendiri.karna itu agar tidak ada kesalahan dalam dalam memahaminya maka Ulama dahulu menekankan hukum sanad,belajar ILMU agama dengan cara saling bersambung dan amanah.siapa yang keluar dari kaidah sanad maka dipastikan IA HANYA MENGANDALKAN PEMAHAMAN MENURUT AKALNYA SENDIRI SEMENTARA IA BUKAN AHLI IJTIHAD”


Nabi telah bersabda supaya umat mengikuti sanad:

Dari Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah (yang hidup) di zamanku, kemudian orang-orang setelahnya, kemudian orang-orang setelahnya”. (HR. Bukhari, no. 2652, Muslim, no. 6635).

berkata Imam Syafii :“Orang yang belajar ilmutanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul Qadir juz 1 hal 433)
Berkata pula Imam Atsauri : “Sanad adalah senjata orang mukmin, maka bila kau tak punya senjata maka dengan apa kau akan berperang?”, berkata pula Imam Ibnul Mubarak : “Pelajar ilmu yang tak punya sanad bagaikan penaik atap namun tak punya tangganya, sungguh telah Allah muliakan ummat ini dengan sanad” (Faidhul Qadir juz 1 hal 433).

dan Nabi juga memerintahkan supaya berpegang tegung pada jamaah mayoritas
Dari Anas bin Malik ra berkata : “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadinya perselisihan, maka ikutilah kelompok mayoritas.” [HR. Ibnu Majah (3950), Abd bin Humaid dalam Musnad-nya (1220) dan al-Thabarani dalam Musnad al-Syamiyyin (2069).

Renungankanlah dan pikirkan baik baik karna sesungguhnya akal yang sehat adalah akan seseorang yang mau menerima petunjuk sepanjangan itu adalah kebenaran dan seseorang itu dikatakn Bijak dan berwawasan manakala ia mau meneliti setiap kesalahan dirinya sendiri dngan membandingkan dan mengkaji setiap masukan orang lain.

Dan adalah Dangkal jika Hawa nafsu mengendalikan akal.
INTAHA.


SILAHKAN KOMENT DENGAN AKAL SEHAT BUKAN DENGAN HAWA NAFSU.

 
Design by Blogger Themes | Bloggerized by Admin | free samples without surveys